Akhirnya semester6 berlalu dg KKN di Kp Burangkeng Kec Setu Bekasi lemaren slama 2 minggu,bener2 sebuah perjuangan bisa sampe melewatinya.Banyak pengalaman baru dari KKN disana yang notabene masyarakatnya masih kampung ya itung2 jadi inget suasana kampung halaman juga karna disana banyak liat sawah sama perkampungan warga layaknya desa
.
Rabu, 18 Juli 2012
Rabu, 01 Februari 2012
Kesmpatan langka...
Kali ini gw seneng banget bisa pulang kampung dan momennya pas gitu dah setelah pusing mikirin ujian akhirnya libur tiba dan cuti kerja gw ajuin hahaha sukses abis(girang segirang girangnya gw).Tapi ada sedihnya juga sih pulkam dg kantong minim wkwkkk*adaada aja lw nuu.Enak si dikampung bisa jernihin pikiran dari segala tetek bengek yg ada di bekasi kemaren apalagi masalah kerja huftt*kadang pengen nyerah tapi jangan sampe deh hehehe gw harus tetep smangat kerja disitu.Hidup memang pilihan dan aku udah memilih utk kerja sama kuliah susah sedih harus gw hadapi karna itu sebuah resiko dari sebuah keputusan.Ahh tapi apapun itu gw lg liburan dikampung halaman sekarang kumpul sama keluarga hehehe....
keceriaan si sulung dan si bungsu (duta pamungkas) &rifky hehee
keceriaan si sulung dan si bungsu (duta pamungkas) &rifky hehee
Minggu, 29 Januari 2012
Kebahagiaan itu apa?
Apakah kamu bersyukur karena hidupmu sudah terlampau sempurna? Atau kah masih banyak keinginanmu yang belum terwujud. Aku sampai tidak mengerti tolok ukur kebahagiaan seorang manusia. Cukupkah hanya dengan harta yang berlimpah dengan jabatan tinggi saja sudah membuatmu merasa itu serasa di surga hingga kamu patut memperlakukan secara tidak adil terhadap seseorang yang kamu anggap lemah! Melecehkan, menghina, merendahkan, lalu apa lagi yang kamu perbuat? Tak cukupkah dengan kamu bersenang-senang dengan hartamu sudah membuatmu riang gembira dengan tidak membuat sedih perasaan seseorang. Orang yang kamu anggap lemah nyatanya masih tulus berdoa untuk kebahagiaanmu. Lalu, sebenarnya apa yang sedang kamu cari? Jangan pernah bermain-main dengan perasaan seseorang terlebih menyakitinya. Jika kamu belum pernah diajarkan tentang hukum karma. Setahuku, Tuhan tidak pernah mengajarkan untuk berlaku semena-mena kepada sesama umatnya.
***
Perbedaan kasta. Bukankah itu ajaran umat Hindu? bukan ajaran tentang agama yang aku anut. Lalu mengapa, itu sudah menjadi hal yang biasa. Apakah kebahagiaan hanya milik orang kaya sedangkan yang miskin tidak berhak? Kita semua sama di mata Tuhan, yang membedakan hanyalah amal tidak lebih. Apa harus kuucapkan keras-keras pernyataan ini dihadapanmu agar kamu mengerti. Kesombongan apa yang kamu tunjukkan kepada semua orang tetapi semuanya bukan milikmu dan bukan jerih payahmu. Jadilah orang yang mampu berdiri sendiri di atas kedua kakimu. Tidak bergantung dan meminta tapi berusahalah.
Sebentar saja lihatlah orang-orang yang tidak seberuntung kamu yang masih dengan keras bekerja dengan peluh dan doanya demi menyambung hidup. Sebenarnya mereka mengeluh tetapi mereka sadar mengeluh saja tidak akan berguna terlebih bisa mengubah keadaan. Tahukah susahnya menjadi seorang tukang becak dengan pendapatan yang tidak menentu, dia masih tetap tulus menanti para penumpang. Pemungut sampah keliling yang setia melewati rumah kamu demi gaji yang tidak seberapa tetapi dia harus bergelut dengan bau yang tidak sedap setiap harinya. Pedagang asongan yang berasal dari kota seberang, rela berjalan berkilo-kilo meter menjual dagangannya untuk menghidupi anak istrinya di rumah. Seorang ibu yang rela mengemis demi mencari sesuap nasi untuk anak-anaknya. Banyak diantara mereka yang sudah berusia lanjut dan renta yang harusnya sudah menikmati hari tua bersama anak cucunya dirumah. Sadarkah begitu susahnya mereka dengan keterbatasan yang mereka miliki tapi mereka tetap mau berjuang dan masih sempat mengucap syukur kepada sang Pencipta.
***
Ini hanya sebagian kisah mereka yang kutulis dengan rasa bangga bahwa mereka masih memiliki semangat hidup yang tinggi dan tetap mampu tersenyum saat ada beberapa orang yang mencemoohnya serta menganggap mereka sebagai sampah masyarakat. Seandainya saja kita bisa memutar waktu dan memilih kesempatan hidup yang seperti apa yang nantinya kita inginkan. Mungkin banyak diantara mereka ingin hidup layak seperti orang kaya. Oleh sebab itu, bertemanlah dengan waktu. Jika kamu sudah bisa menghargai waktu kamu tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu yang setiap detik mengajarkanmu banyak hal. Time is more valuable than money. You can get more money, but you cannot get more time. Be wise!
Jumat, 20 Januari 2012
UAS lagi yess...
Selasa, 17 Januari 2012
Petani kembangkan beras khusus nasi goreng
Petani Kembangkan Beras Khusus Nasi Goreng
Petani Mlatiharjo, Kabupaten Demak, sejak tahun 2003 mengembangkan padi varietas baru, di antaranya beras khusus untuk nasi goreng.
Lurah Mlatiharjo Hery Sugiartono saat ditemui di sela acara "workshop dan FGD Mengembangkan Kisah Sukses Penguatan Sistem Inovasi" di Semarang, Selasa (17/1/2012), mengatakan, pengembangan beras khusus nasi goreng tersebut karena untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Tidak hanya beras khusus nasi goreng, tambah Hery, petani juga akan mengembangkan beras untuk kebutuhan rumah makan dan restoran elit.
"Kalau restoran Jepang biasanya membutuhkan beras yang seperti ketan, beda kebutuhan untuk beras yang dibuat untuk nasi goreng," katanya.
Hasil pengembangan padi varietas baru, saat ini sudah ada delapan varietas dan tahun ini akan dilakukan uji multilokasi sebagai syarat pelepasan varietas.
"Nama varietasnya Galur Harapan 1 sampai 8. Jadi ada delapan varietas yang diuji. Untuk dapat menjadi varietas baru harus diuji di antaranya bibit padi harus ditanam di delapan lokasi dalam dua kali musim tanam," katanya.
Setelah melalui uji multilokasi dan dinyatakan lolos, lanjut Hery, baru diajukan ke Kementerian Pertanian untuk pengajuan nama varietas yang nantinya juga akan melalui sidang komisi pelepasan varietas.
Keunggulan dari padi varietas yang baru di antaranya aromatik (saat ini baru beraroma pandan dan akan dikembangkan aroma melati), produktivitas tinggi, dan tahan terhadap serangan hama.
Saat ini, petani di daerah Mlatiharjo sudah berhasil mengembangkan padi dengan varietas baru dengan luas tanam sekitar 10 hektar.
Hery yang juga merupakan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak ini mengaku meskipun belum melewati uji pelepasan varietas, saat ini dari delapan calon varietas yang ada sudah ada dua calon varietas yang dipasarkan ke masyarakat.
"Saat ini dua varietas yang sudah dipasarkan ke masyarakat telah diberi merek yakni Melati dan Sulthan," katanya.
Harga beras pun lebih tinggi, misalnya untuk daerah Jakarta beras merek Sulthan Rp 15.000 per kilogram dan beras Melati harganya Rp 12.000 ribu per kilogram. Sementara harga beras di gudang lebih murah yakni beras merek Sulthan Rp 12.000 perkilogram dan beras merek Melati Rp 15.000 per kilogram
Langganan:
Postingan (Atom)


